"Untuk sukses, keinginan Anda untuk menjadi sukses harus lebih besar daripada ketakutan Anda terhadap kegagalan" - Bill Cosby
-----------------Bagaimana dengan Iman, iman adalah segala sesuatu yang kita percaya sudah menerimanya walapun belum kelihatan. Bukankah ini berarti kita harus mempercayai sesuatu sama halnya dengan ketakutan..?, merasa seolah olah sudah mengalami atau menerima sesuatu yang belum tentu kita sudah lihat secara fisik..?
Ketakutan dan Iman selintas sepertinya tidak tampak sama, namun jika kita memperhatikan dengan baik sesungguhnya keduanya mempunyai kesamaan… yaitu: sama-sama mempercayai sesuatu yang tidak dapat kita lihat.
Saya ingat ketika suatu kali saya mengalami sebuah ketakutan, ketika anak saya sedang sakit dan menurut dokter butuh waktu yang panjang, ya sekitar 2 tahun untuk bisa memastikan anak saya sembuh dan untuk itu anak saya harus mengkonsumsi obat setiap harinya selama 2 tahun penuh tanpa boleh berhenti. Sebagai ayah, saya sangat sedih, kuatir dan yang pasti takut tentang apa yang akan terjadi jika anak saya yang saat itu baru berusia 2 tahun tidak segera mendapatkan diagnosa dokter sehingga dapat di ketahui cara penanganan penyakitnya.
Selama 2 tahun saya dan istri harus berjuang atas perasaan takut kami kalau kalau anak kami gagal dan tidak berhasil melewati masa pengobatannya. Seolah-olah kami dihantui bahkan di intimidasi oleh sesuatu yang tidak kelihatan namun sepertinya kami bis merasakan kehadirannya setiap kali anak kami terlambat makan obat, kami terkadang lupa karena kesibukan pernah sekali lupa memberi obat buat anak kami, dan lain sebagainya. Rasa takut sedemikian besar menghantui kami, padahal sesungguhnya semua kekuatiran kami belumlah tentu terjadi.
Ketika kita beriman, tentunya kita mengalami suatu energy positif, dimana kita harus belajar untuk melatih diri kita untuk percaya kepada sesuatu yang positif tentunya dan meyakini bahwa kita sudah menerimanya atau pasti menerimanya. Jadi Iman percaya pada hal yang positif sementara ketakutan tentunya mendatangkan hal yang negatif karena menimbulkan rasa tidak aman.
Jika kita mengalami hal ketakutan terus menerus kepada sesuatu hal, maka bukan hal yang mustahil jika apa yang ditakutkan itu dapat terjadi dalam kenyataannya. Demikian juga dengan iman… ketika kita percaya kepada sesuatu hal positif yang terus menerus kita percya dan bahkan kita yakini sudah menerimanya walaupun sesungguhnya belum terlihat, maka hal tersebutpun bias terjadi.
Ketakutan menimbulkan perasaaan tanpa damai, hidup tidak tentram, tentunya tidur tidak nyaman, makan tidak enak, demotivasi, cenderung menutup diri, berpikiran negative, dan lainnya. Ketakutan mendatangkan kegagalan, namun Iman menimbulkan damai sejahtera, hidup antusias karena mengharapkan sesuatu yang baik akan terjadi, membiasakan diri berpikiran positif ketika yang diyakini belum menjadi kenyataan kita tetap meyakini bahwa kita sudah menerimanya.
Dengan iman, kita bisa melalui masa-masa tersulit sekalipun dalam hidup ini. Apakah kita dalam ketakutan atau dalam Iman..? Ketakutan ibarat kabut. Ia seperti menutupi keseluruhan jalan, tapi sebenarnya tidak. Ketakutan terasa besar. Ketakutan seperti mengintimidasi. Ia seakan memberitahu : Anda tidak akan pernah sehat, anak Anda tidak akan pernah berubah, keuangan Anda akan sulit. Nah, takala ketakutan datang, hendaknya kita berkata kepada ketakutan itu dengan gagah:
"Kamu kedengaran mengagumkan. Kamu kelihatan kuat. Tetapi saya mengetahui yang sebenarnya! Tidak ada yang berarti dalam dirimu. Kamu kelihatan permanen, tetapi saya tahu kamu hanya sementara! Segala sesuatu dalam kehidupanku mungkin agak suram, tapi sebentar lagi kehidupanku akan bersinar"
Mungkin kita belum melihat hari-hari yang lebih baik di masa depan, tetapi tak perlu buang energi untuk terus merasa khawatir. Percayalah kepada Tuhan yang menjadi sumber kekuasaan tertinggi, dan mintalah kekuatan yang dari pada Tuhan, berharaplahh kepadaNYA dengan segenap hati dan kekuatan kita. Tuhan pasti sanggup karena mujizat masih ada bagi setiap orang yang ber-Iman kepadaNYA.
Tuhan Yesus memberkati,
Bogor – 4:57 AM, November 23, 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar